Agar ASI Cepat Keluar Setelah Operasi Caesar, Ini 4 Tips nya

Home / Artikel / Agar ASI Cepat Keluar Setelah Operasi Caesar, Ini 4 Tips nya

Agar ASI Cepat Keluar Setelah Operasi Caesar

agar Asi cepat keluar setelah operasi caesar
agar Asi cepat keluar setelah operasi caesar

Agar asi cepat keluar setelah operasi caesar memang gampang-gampang sulit sih, ada yang langsung keluar ada juga yang tidak keluar sama sekali dan adapula yang sedikit keluarnya.

Sebenarnya sih kalo masalah model persalinan sama aja untuk permasalahan asi. Saya dulu punya cerita tentang temen saya yang operasi caesar dan melahirkan normal, keduanya sama-sama sulit mengeluarkan asi nya, So sama aja kan sebenernya.

Di artikel ini kita bahas satu persatu kenapa dan tipsnya agar asi cepat keluar setelah operasi caesar atau persalinan normal.

Kenapa asi tidak keluar?

dan bagaimana caranya…

Agar ASI Cepat Keluar Setelah Operasi Caesar

Bukannya asi tidak keluar total, tapi bisa jadi hanya tersendat, kan baru menyusui. Agar ASI Cepat Keluar Setelah Operasi Caesar, Ini 4 Tips nya.

Usaha dan pola pikir Bunda harus lebih baik dari sebelumnya.

Usaha maksudnya jangan TERIMING-IMING Sufor (maaf ngga sebut MERK), Anda harus yakin pada diri sendiri bahwa Asi akan keluar.

Kadang dirumah sakit menanyakan mau Asi atau Sufor (pikir jawabannya secara tepat dan bijak).

Ada juga yang rumah sakit sangat Pro dengan Asi Ekslusif.

Kalo Bunda yakin pada diri sendiri pasti Asi akan keluar.

Pancing dengan sedotan mulut bayi secara bertahap dan terus menerus.

Artinya mulut bayi akan merangsang secara alamiah agar asi cepat keluar. Memang benar gitu, jadi gerakan mulut bayi membuat Asi keluar. Gerakan di area Areola yang membuat rangsangan asi keluar, bukan di puting saja, kalo di puting saja maka kemungkinan tidak keluar.

Jadi saat menyusui: masukkan areola (daerah kehitaman di payudara seputar puting) sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi ya, bukan hanya puting saja.

Ukuran payudara bukan halangan loh.

Jumlah liter susu tidak ada hubungannya dengan besar kecilnya payudara, karena rangsangan bayi lah yang membuat jumlah susu berlimpah.

Berikan rangsangan yang tepat agar ASI berproduksi optimal, yaitu skin to skin (sentuhan kulit ibu-bayi) dan menyusu langsung dengan benar yaitu memasukkan areola payudara sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi.

Benarkah itu masalah medis.

Terkadang memang masalahnya secara medis, seperti halnya susah bab setelah operasi caesar yang mengalami masalah medis namun belum tentu juga tapi seringkali masalahnya adalah pada motivasi dan keyakinan diri Bunda.

Semakin Bunda bermotivasi memberikan yang terbaik, ASI akan semakin banyak diproduksi (terutama kalau anak terus berusaha menyusu, produksi ASI akan meningkat kalau anak sering menyedot ASI Bunda).

Kalau anak malah dibiasakan minum susu formula, tentunya dia juga jadi malas menyedot ASI. Juga semakin Bunda yakin bahwa Bunda bisa memberikan yang terbaik, tentu saja ASI akan semakin lancar keluar.

Sebaliknya kalau Bunda malas atau Bunda kurang yakin bisa memberikan ASI, biasanya produksi ASI juga menurun. Operasi Caesar tak ada hubungannya dengan produksi ASI kok.

Jadi untuk anak kedua kelak, tenang saja Bunda.

Ingat:  Bermotivasi dan berkeyakinan tinggi bahwa Bunda bisa. 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *