Melahirkan Caesar atau Normal

Melahirkan Caesar atau Normal, Pilih Mana?

Apakah bunda sedang merencanakan hari H dan berpikir proses melahirkan seperti apa di hari H nanti? Sudah paham tentang kedua proses persalinan melahirkan caesar atau normal? Bunda sudah mengerti tentang proses melahirkan yang lebih aman untuk bunda dan si kecil?

Melahirkan Caesar atau Normal

Mendapatkan pemahaman yang lebih dekat tentang melahirkan sesar dan normal dan tahu mana yang memungkinkan untuk bunda dan bayi bunda. Hal ini akan membantu bunda memutuskan apa pilihan yang tepat :

Semua yang perlu anda tahu tentang melahirkan normal

Seperti yang bunda tahu, VBAC adalah proses persalinan yang paling alami. Melahirkan melalui vagina pada umumnya proses yang lebih disukai oleh kebanyakan ibu. Ketika melahirkan normal di Rumah Sakit, rawat inap juga hanya berselang 1-2 hari. Waktu pemulihan juga tidak lama daripada operasi caesar. Kelahiran normal tidak akan melibatkan sayatan atau luka membekas seperti jaringan parut.

Kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat persalinan lebih rendah. Saat bayi bunda melewati lubang vagina, semua cairan ketuban di paru-paru bayi bunda akan hilang secara alami. Selama proses persalinan, si bayi akan menelan bakteri pelindung dan masuk di ususnya. Bakteri yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Namun, ada juga kontra kelahiran vagina. Dalam persalinan per vaginam, seluruh proses bergantung pada kesiapan dan waktu tubuh Anda. Karena itu, tidak ada cara untuk menjadwalkan kelahiran seperti itu. Saat mendekati hari H, Bunda mungkin menderita kegelisahan dan stres. Dalam beberapa kasus, kelahiran vagina dapat meningkatkan risiko inkontinensia.

Kelahiran per vaginam juga bisa menyebabkan masalah seksual setelah melahirkan. Selama persalinan jenis ini, risiko trauma kelahiran juga meningkat saat bayi Anda harus melewati jalan lahir dan mungkin memerlukan bantuan forseps.

Yang perlu bunda tahu tentang persalinan caesar

Dalam kelahiran sesar, persalinan terjadi dengan bantuan sayatan yang dilakukan melalui dinding perut dan rahim bunda. Hal ini perlahan menjadi pilihan populer  dalam beberapa tahun belakangan.

Sebuah survei terhadap 849 ibu muda di Indonesia, yang dikutip dari buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 46% di antara mereka lebih memilih persalinan dengan operasi caesar.

Operasi caesar pada umumnya dilakukan karena suatu alasan medis tertentu. Tapi bisa juga pembedahan yang direncanakan untuk persalinan. Karena itu, bunda tahu persis kapan si kecil akan tiba di dunia.

Bunda bisa merencanakannya dan mempersiapkan diri secara mental untuk kelahiran. Ini akan membantu mengurangi stres dan kecemasan bunda.

Ketika bunda melahirkan dengan jalan sesar, Bunda cenderung tidak menderita inkontinensia daripada kasus persalinan per vaginam. Selain itu, risiko menderita masalah seksual setelah melahirkan lebih rendah.

Bayi bunda juga memiliki kesempatan lebih kecil untuk menderita trauma kelahiran, karena penggunaan forsep/vakum  minimal.

Pro kontra operasi caesar

Seperti halnya operasi apapun, operasi caesar juga memiliki kontra. Dalam kebanyakan kasus, kelahiran sesar akan direncanakan sebelumnya. Artinya bayi bunda mungkin tidak secara alami siap dan matang untuk keluar dari rahim. Perhitungan salah dari tanggal hari H juga memungkinkan

Sebagai operasi besar, hal itu menyebabkan kehilangan darah yang lebih besar. Penggunaan anestesi meningkatkan ancaman komplikasi.

Bunda rentan terhadap berbagai infeksi dan pembekuan darah juga. Operasi caesar memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi untuk ibu. Ini juga memiliki tingkat kematian dua kali lipat untuk bayi.

Pasca operasi, mungkin bunda menderita komplikasi seperti penurunan fungsi usus dan perlu tinggal lebih lama di rumah sakit untuk pemulihan.

Proses kelahiran merupakan pilihan pribadi yang perlu bunda diskusikan dan putuskan dengan pasangan bunda.

Bicaralah dengan dokter  tentang apa yang paling sesuai untuk bunda. Karena setiap kehamilan unik. Dokter bunda akan mengevaluasi keseluruhan kesehatan bunda dan cara kehamilan bunda berkembang, sebelum menasihati tentang metode persalinan.

Sekian informasi tentang pilihan melahirkan sesar atau normal. Apapun metode persalinannya, semoga bunda dan bayi diberikan keselamatan dan kesehatan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *